Senin, 25 Februari 2008

Perancangan Database - Firmansyah(0606022)

Perancangan Database

Pokok pemikiran dalam merancang database adalah bagaimana merancang database sehingga dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan kemudahannya untuk dikembangkan dimasa yang akan datang. Perancangan model konseptual perlu dilakukan disamping perancangan secara phisik.

Pada perancangan konseptual, digunakan beberapa konsep pendekatan relasional namun tidak berarti konsep ini harus diimplementasikan ke model relasional saja tetapi juga apat dengan model Hirarchi dan model Network.

Tugas merancang database adalah bagian dari tugas database administrator . Model konseptual mengkombinasikan beberapa cara untuk memproses data dan untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung aplikasi tertentu dan tidak tergantung DBMS, Hadware yang digunakan.

Pada perancangan model konseptual tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file menggunakan model dan relasional.

Terdapat dua teknik dalam merancang database yaitu :

· Teknik Normalisasi

· Teknik Entity Relationship

Teknik Normalisasi

Teknik normalisasi banyak digunakan terutama pemula karena mudah dipahami dan diaplikasikan.

Dasar-dasar normalisasi

  • Normal form (bentuk normal) adalah suatu klas dari skema database relasi yang didefinisikan untuk memenuhi tujuan dari tingginya integritas dan maintainability
  • Kreasi dari suatu bentuk normal disebut normalisasi
  • Normalisasi dicapai dengan penganalisaan ketergantungan diantara setiap individu attribut yang diassosiasikan dengan relasinya

First normal form

  • Suatu relasi ada dalam kondisi First Normal Form (1NF) jika dan hanya jika semua domain yang tercakup terdiri hanya atomic value, misalnya tidak ada pengulangan group (domain-domain) dalam suatu tuple
  • Keuntungan dari 1NF dibanding Unnormalized relation (UNRs) adalah pada bentuk penyederhanaan representasi dan kemudahan dalam pengembangan menggunakan suatu query language
  • Kekuranannnya adalah kebutuhan terhadap duplikasi data
  • Sebagian besar sistem relasi (tidak semua) membutuhkan suatu relasi dalam bentuk 1NF

Second Normal Form

  • Suatu superkey adalah suatu himpunan dari satu atau lebih attribute, yang mana, dimana diambil secara khusus yang memmungkinkan kita untuk mengidentifikasikan secara unik satu entitas atau relasi
  • Suatu Candidate key adalah suatu subset dari attribut-attribut pada superkey yang juga merupakan superkey dan tidak reducible ke superkey yang lain
  • Suatu primary key dipilih dari himpunan candidate key untuk digunakan pada suatu index untuk relasi yang bersangkutan
  • Kepemilikan dari satu atau beberapa attribute yang dapat didefinisikan secara unik dari nilai satu atau beberapa attribute disebut functional dependency
  • Diberikan suatu relasi (R), suatu himpunan (B) adalah functionally dependent pada himpunan attribut yang lain(A) jika, pada satu waktu tertentu, setiap nilai A diassosiasikan dengan satu nilai B, bentuk ini adalah suatu FD yang dinotasikan dengan A → B

• contohR : {paper-id, inst-name, isnt-addr, editor-id, publ-id, auth-id, auth-name,auth-addr}Fds : paper-id, auth-id → auth-namepaper-id,auth-id → auth-addrpaper-id, auth-id → inst-namepaper-id, auth-id → inst-addrauth-id → auth-nameauth-id → auth-addrinst-name → inst-addrpaper-id → editor-idpaper-id → publ-idbentuk sederhanapaper-id, auth-id → auth-name, auth-addr, inst-name, inst-addrauth-id → auth-name, auth-addrinst-name → inst-addr

paper-id → pub-id, editor-id

  • Suatu relasi adalah dalam posisi second normal form (2NF) jika dan hanya jika relasi tersebut juga dalam 1NF dan setiap nonkey attribute tergantung penuh pada primary key-nya
  • 2NF membutuhkan bahwa FD apapun didalam relasi harus berisi semua komponen dari primary key sebagai determinant, baik secara langsung atau transitif
  • contoh, primary key adalah paper_id, auth_id. Bagaimanapun, terdapat Fds yang lain (auth_Id → auth-name, auth-addr, and paper-id → pub-id, editor-id) yang berisi satu komponen dari primary key, tetapi tidak keduaduanya.
  • Mengapa harus 2NF, pertimbangkan keuntungan dari 1NF pada R. paper, pub-id dan editor-id dibuat duplikat. Untuk setiap author dari paper. Jika editor dari publikasi untuk suatu paper berubah, beberapa tuple harus pula di-update. Akhirnya, jika satu paper di ambil, semua tupple yang diassosiasikan harus dihapus. Bentuk ini akan memberikan efek samping pada penghapusan informasi yang mengassosiasikan suatu auth-id dengan auth-name dan auth-addr.
  • Suatu cara yang dapat dilakukan untuk hal tersebut adalah dengan mentransformasikan relasi kedalam dua atau beberapa relasi 2NF

contohR1 : paper-id, auth-id → inst-name, inst-addrR2 : auth-id → auth-name, auth-addrR3 : paper-id → pub-id, editor-id

Third Normal Form

  • Pada R1, inst_addr pasti diduplikat untuk setiap kombinasi paper_author yang mejelaskan satu inst_name. Juga, jika kita menghapus satu paper dari database, kita harus memberikan efek samping penghapusan assosiasi antara inst_name dan inst_addr.
  • Suatu relasi dalam Third Normal Form (3NF) jika dan hanya jika relasi tersebut dalam 2NF dan setiap non key attribute adalah nontransitive dependent pada primary key

Contoh :R11 : paper-id, auth-id → inst-nameR12 : inst_name → inst_addrR2 : auth-id → auth-name, auth-addrR3 : paper-id → pub-id, editor-id

Boyce-Codd Normal Form

  • Suatu Trivial FD adalah suatu bentuk YZ → Z
  • Suatu relasi R dalam kondisi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) jika untuk semua nontrivial FD X → A, X adalah superkey
  • BCNF adalah suatu bentuk yang lebih kuat dari normalisasi ke tiga. 3NF equivalent dengan perkataan bahwauntuk setiap nontrivial FD X → A, dimana X dan A merupakan simple atau composite attribut, satu dari duakondisi harus dipenuhi.X adalah superkey, atauA adalah prime attribute
  • BCNF mengelimisasi kondisi kedua dari 3NF

Penerapan Bentuk Normalisasi

Proses perancangan database menggunakan metode normalisasi dapat dimulai dari dokumen dasar yang pakai dalam sistem.

  • Menuliskan semua data yang akan direkam, bagian yang double tidak perlu dituliskan. Terlihat record record yang tidak lengkap, sulit untuk membayangkan bagaimana bentuk record yang harus dibentuk untuk merekam data tersebut.
  • Bentuklah menjadi bentuk normal kesatu dengan memisah misahkan data pada field field yang tepat dan benilai atomic, juga seluruh record harus lengkap adanya. Bentuk file adalah flat file.
    Dengan bentuk normal kesatu ini telah dapat dibuat satu file dengan 11 field yaitu nomor factur, kode supplier, nama supplier, kode barang, nama barang, tanggal, jatuh tempo, quantitas, harga, jumlah, total satu factur.

Teknik Entity Relationship (ER)

Konsep Entity Relationship (Cardinality)

a. One to One Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu.

Contoh :

• pada pengajaran private satu guru satu siswa

• "seorang guru mengajar seorang siswa, seorang siswa diajar oleh seorang guru"

Gambar :

onetoone.jpg

b. One to Many atau Many to One Relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding banyak atau banyak berbanding satu.

Contoh :

• Dalam suatu perusahan satu bagian mempekerjakan banyak pegawai.

• "Satu bagian mempekerjakan banyak pegawai, satu pegawai kerja dalam satu bagian"

onetomany.jpg

c. Many to Many Relationship

Hubungan file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding banyak.

Contoh :

• Dalam universitas seorang mahasiswa dapat mengambil banyak matakuliah

• "Satu mahasiswa mengambil banyak matakulih dan satu matakuliah diambil banyak mahasiswa."

manytomany.jpg

LANGKAH-LANGKAH PERANCANGAN TEKNIK ER

Sumber awal data teknik perencanaan database dengan ER adalah data dictionary (kumpulan data).

Langkah-langkah perancangan ER:

  1. Memilih kelompok atribut yang sama untuk dijadikan sebuah entitas dan menentukan primary key dengan syarat unik dan mewakili entitas
  2. Menggambarkan Cardinality dari ER diagram berdasarkan analisa relasi yang didapat. Relasi yang terjadi dapat One to One, One to Many dan Many to Many relationship
  3. Membentuk SKEMA DATABASE atau LRS (Logical Record Structure) berdasarkan ER diagram
  • Bila relasi One to One maka foreign key diletakkan pada salah satu dari 2 entitas yang ada atau menyatukan ke dua entitas tersebut.
  • Bila relasi One to Many maka foreign key diletakkan di entitas yang Many
  • Bila relasi many to many maka dibuat "file konektor" yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas

Membentuk tabel-tabel berdasarkan primary key yang terpilih dengan syarat sudah mencapai aturan normalisasi sekurang-kurangnya 3NF dari Skema DB/LRS yang ada :

PENERAPAN TEKNIK E - R

Buatlah perancangan database dengan teknik ER untuk data dictionary berikut ini :

  • No. Anggota
  • Nama Anggota
  • Tgl. Lahir
  • Alamat
  • Tgl. Masuk
  • Kode Buku
  • Judul
  • Pengarang
  • Penerbit
  • Tahun Terbit
  • Tgl.Pinjam
  • Tgl. Kembali

LANGKAH 1

  • Memilih kelompok atribut yang sama untuk dijadikan beberapa entitas dan menentukan primary key dengan syarat unik dan mewakili entitas
  • Dari data dictionary diatas dapat ditentukan 2 entitas yaitu :

Ø Entitas Anggota (Primary key: No. Anggota)

Ø Entitas Buku (Primary Key: Kode Buku)

Anggota

  • No. Anggota
  • Nama Anggota
  • Tgl. Lahir
  • Alamat
  • Tgl. Masuk

Buku

  • Kode Buku
  • Judul
  • Pengarang
  • Penerbit
  • Tahun Terbit

• Atribut Tgl. Pinjam dan Tgl. Kembali tidak dimasukkan dulu kedalam salah satu entitas.

LANGKAH 2

  • Menggambarkan Cardinality dari ER diagram berdasarkan analisa relasi yang didapat. Relasi yang terjadi dapat One to One, One to Many dan Many to Many relationship
  • Misalnya relasi yang terjadi :

"Seorang anggota dapat meminjam banyak buku dan satu buku dapat dipinjamkan oleh banyak anggota"

Gambar ER Diagram:

pinjam.jpg

LANGKAH 3

  • Membentuk Skema DB atau LRS berdasarkan ER diagram
  • Bila relasi One to One maka foreign key diletakkan pada salah satu dari 2 entitas yang ada atau menyatukan ke dua entitas tersebut.
  • Bila relasi One to Many maka foreign key diletakkan di entitas yang Many
  • Bila relasi many to many maka dibuat "file konektor" yang berisi 2 foreign key yang berasal dari kedua entitas

• LRS yang berbentuk :

pinjam_1.jpg

LANGKAH 4

  • Membentuk tabel-tabel berdasarkan primary key yang terpilih dengan syarat sudah mencapai aturan normalisasi sekurang-kurangnya 3NF dari Skema DB/LRS yang ada :
  • Karena relasi yang terjadi many to many maka dibuat file konektor.

pinjam_2.jpg

Referensi:

http://zulidamel.wordpress.com/2007/09/24/perancangan-database/

Pengganti Jadwal Kuliah

Rekan mahasiswa, hari ini tanggal 26 Februari 2008 saya berhalangan kuliah baik kelas A maupun B. Tolong siapkan waktu pengganti kuliahnya:
Waktu yang bisa menjadi pengganti adalah
Rabu jam 15:00 - 19:00,
Kamis jam 13:00 - 14:140 dan 16:20 - 18:00

Jika sudah punya kesepakatan, usulan bisa ditulis disini dalam bentuk komentar

Nama : Gindo Sutan Ardinal

Npm :0604023


Perencanaan Database

Untuk tahap desain database yang perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan dalam system informasi yang dibangun. File-file yang database yang dibutuhkan oleh system dapat dilihat pada desain model. Pada saat tertentu perlu dibutuhkan menentukan parameter dari file database, setelah file-file yang dibutukan ditentukan maka parameter selanjutnya juga dapat ditentukan.

Jenis DBMS

* Kapasitas penyimpanan Sesuai dengan kebutuhan

* Struktur Storage

User DBMS

* User yang terkait pada OS Server dan terkait dengan arsitektur Sistem.

* Aktivitas Insert, update, delete, eksekusi.

* Field

Membuat Table

* Nama field mengarah pada data yang disimpan serta dibentuk pola tertentu dan tidak terlalu panjang

Jenis Field

* Data numeric atau alfanumerik

* Bilangan bulat

* Bilangan nyata

* Data uang

* Data teks

* Data gambar

Membuat Index

* Index primer = primary-key

* Secondary index mengakomodasi pencarian pencarian diluar menggunakan primary-key.


Pandangan Level

Ini merupakan level dimana hanya menggambarkan sebagian saja dari keseluruhan database sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya : Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja begitu juga dengan bagian lainnya.

Model Database

Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan (relationships) antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu system database. Model data yang paling umum, berdasarkan pada bagaimana hubungan antar record dalam database (Record Based Data Models), terdapat tiga jenis yaitu :

1. Model Database Hirarki (Hierarchical Database Model)

2. Model Database Jaringan (Network Database Model)

3. Model Database Relasi.

Model data entity relationship sering dijadikan acuan dalam merancanf suatu system database. Pada Model Data Entity Relationship ini, data yang ada ditransformasikan dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi diagram data, yang sering disebut Diagram Entity relationship (Diagram E-R). Ada dua komponen utama pembentuk model data ini, yaitu :

1. Entity beserta attributnya

2. Relasi dan jenis hubungannya

Maintenance

Fleksibilitas Platform S/W karena pada suatu saat dibutuhkan maintenance dalam hal ini. Model data ini terbentuk dari arsitektur database yang dibuat oleh admin tersebut. digunakan untuk menganalisa bahwa perancangan database sudah dapat digunakan dengan semestinya. Didalam pembuatan model data terhubung dgn Diagram ER (Entity Relationship).

Referensi :

Memahami Konsep database oleh yufizar, S.KOM.

Struktur Tabel & DBMS oleh U. Abd. Rohim. MT.

STTIS Website


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Perancangan Database - M Faisal Affandi (06.03.002)

Tugas II : Mata Kuliah - Basis Data
M Faisal Affandi (06.03.002)
IF - Universitas Widyatama

PERANCANGAN DATABASE

Pendahuluan perancangan Database :

Ø Tantangan dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memenuhi keperluan saat ini dan masa mendatang

Ø Perancangan Model Konseptual perlu dilakukan disamping perancangan model fisik

Proses perancangan basis data , dibagi menjadi 3 tahapan yaitu :

Ø Perancangan basis data secara konseptual, tahapan ini merupakan upaya untuk membuat model yang masih bersifat konsep..

Ø Perancangan basis data secara logis, merupakan tahapan untuk memetakan model konseptual kemodel basis data yang akan dipakai (modal relasional, hirarkis, atau jaringan). Perancangan ini tidak bergantung pada DBMS yang akan dipakai, itulah sebabnya perancangan basis data secara logis terkadang disebut pemetaan model data.

Ø Perancangan basis data secara fisis, merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal (yang spesifik terhadap DBMS yang dipakai ).

Pengembangan Sistem

Pengembangan system terdiri atas sederetan kegiatan yang dapat dikelompokan menjadi beberapa tahapan. Ada berbagai pembagian tahapan dalam pengembangan system yaitu :

Ø Metodologi yang disebut Waterfall atau air terjun yang membagi daur pengembangan system menjadi 6 tahapan : konsepsi, pendahuluan, analisis, perancangan, implementasi dan pengujian.

Ø McLeod mengemukakan 4 tahapan : perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi.

Ø Fabbri dan Schwab membaginya menjadi 5 tahapan : studi kelayakan, rencana pendahuluan, analisis system, perancamgan system danimplementasi system.

Tahapan studi kelayakan

Tahapan ini merupakan identifikasi terhadap kebutuhan system baru, identifikasi tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan baru tetapi harus memperhatikan kebutuhan pada system yang sudah ada. Hasil tahapan ini berupa daftar kebutuhan, perkiraan biaya untuk membuat system baru dan juga solusi yang dikehendaki.

Tahapan rencana pendahuluan

Tahapan ini menentukan lingkup proyek atau system yang akan ditangani, hal ini digunakan untuk menentukan jadwal proyek. Biasanya dijabarkan dalam diagram aliran data (DAD). DAD menunjukan fungsi-fungsi dalam system, cara menggunakan informasi yang tersimpan dan pemindahan informasi antar fungsi didalam system.

Tahapan analisis system

Analis system sering berdialog dengan pengguna untuk memperoleh informasi detil kebutuhan pengguna. Kemudian hasil yang didapat dipakai sebagai bahan untuk menyusun DAD system baru. Untuk memperinci DAD, item-item yang terdapat pada aliran data dan juga yang terdapat pada penyimpanan data dijabarkan dalam bentuk kamus data. Kamus data adalah deskripsi formal mengenai seluruh elemen yang tercakup dalam DAD.

Tahapan perancangan system

Tahapan perancangan system dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Perancangan basis data, merupakan langkah untuk menentukan basis data yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna berdasarkan kamus aliran data yang telah dibuat. Proses perancangan basis data diantaranya adalah perancangan basis data konseptual yang terdiri atas 3 langkah yaitu :

Ø Penentuan entitas pada basis data

Ø Pendefinisian hubungan antarentitas

Ø Penerjemahan hubungan kedalam entitas

Entitas/tipe entitas/kelas entitas menyatakan objek atau kejadian.

Atribut/properti adalah item data yang menjadi bagian dari suatu entitas.

Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas.

Kekangan digunakan untuk melindungi integritas data.

Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut .

Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam suatu basis data relasional untuk menjaga kekonsistensian data.tujuan integritas referensial adalah untuk menjamin agar elemen dalam suatu tabel yang menunjuk kesuatu pengenal unik pada suatu baris pada tabel lain benar-benar menunjuk kesuatu nilai yang benar-benar ada. Macamnya ada 3 yaitu :

1. penambahan

2. penghapusan

3. peremajaan (update)

  1. Perancangan proses

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan tentang entitas :

Ø Sebuah atribut bisa jadi merupakan suatu pengulangan(berisi sejumlah nilai, bukan hanya satu nilai)

Ø Sebuah atribut muncul pada beberapa entitas.

Ø Sebuah atribut barangkali sebuah karakteristik dari entitas atau atribut lain.

Selain diagram E-R, diagram lain yang sering dipakai adalah diagram struktur data yang menyerupai E-R. cirinya dengan adanya 2 panah identik. Setelah hubungan antar entitas diketahui maka akan diterjemahkan kedalam table, melalui 3 langkah :

1.. Penentuan kunci untuk entitas

2. Penerjemahan hubungan kedalam kunci tamu

3. Penormalisasian basis data

Penentuan kunci tidak sekedar metode untuk mengakses suatu baris tertentu tapi harus menjadi pengenal yang unik. Kunci terdiri dari beberapa macam, yaitu sebagai berikut :

Candidate Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik dari sebuah entitas.

Ø Misalnya: File Karyawan (No Induk, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat, Kota )

Ø Kunci Kandidat:

o No Induk, pasti unik

o Nama, sering dipakai sbg kunci pencarian tetapi tidak cocok utk key karena bisa ada nama yg sama

o Nama+Tanggal Lahir

o Nama+Tanggal Lahir+Tempat Lahir

o Alamat, Kota , tidak cocok untuk kunci

Primary Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yg dapat mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dan dapat mewakili entitas

Ø Dipilih dari Candidate Key yang paling mewakili sebuah entitas secara unik

Ø Contoh: No Induk, karena unik tidak mungkin ada satu No Induk untuk lebih dari satu pegawai

Alternate Key (Kunci Alternatif)

Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key

Foreign Key (Kunci Tamu)

Ø Adalah satu (atau satu set) atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke induknya.

Ø Misalnya: File Transaksi Gaji (No Induk, Nomor Bukti, Tanggal, Gaji Kotor, Potongan, Gaji Bersih, Pajak)

o Foreign Key: No Induk

o Primary Key: Nomor Bukti

o Alternate Key: No Induk + Nomor Bukti

Teknik Normalisasi

Ø Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).

Ø Pada proses normalisasi selalu diuji pada bbrp kondisi, apakah ada kesulitan dalam:

· Add/insert data; delete data; update data; dan retrieve data;

· Jika ada problem maka relasi perlu dipisahkan

Bentuk Normalisasi

Ø Unnormalized Form

Ø 1st Normal Form (1 NF)

Ø 2nd Normal Form (2 NF)

Ø 3rd Normal Form (3 NF)

Ø Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BENTUK-BENTUK NORMALISASI

Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form):

Ø merupakan kumpulan data yang akan direkam,

Ø tanpa format tertentu,

Ø bisa saja data tidak lengkap atau ada duplikasi

Ø Dikumpulkan apa adanya

Normal Pertama (1st Normal Form)

Aturan :

Ø Mendefinisikan atribut kunci

Ø Tidak adanya group berulang

Ø Semua atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci

Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu

Ø Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

Normalisasi Ketiga (3rd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah berada dalam bentuk normal kedua

Ø Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).

Normalisasi Keempat

Ø Dikenal dengan nama: Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Ø Relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey

Ø Relatif jarang digunakan

Tahapan implementasi system

Tahapan implementasi system mencakup pengkodean program, pengujian program, pemasangan program dan pelatihan pada pengguna. Setelah tahap ini berakhir maka akan sampai pada tahapan penggunaan aplikasi oleh pengguna.



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Perencanaan DataBase ( Randi Agithia - 0606005)

Nama : Randi Agithia
NPM : 0606005


Lingkungan database dan Pembuatan Model Data (data modelling) serta penggambaran Grafis Database pada Diagram E-R


Untuk menciptakan lingkungan database, harus dapat memahami relasi antar data, jenis data yang akan dimasukkan dalam database, bagaimana data digunakan dan bagaimana organisasi sewaktu-waktu dapat mengubahnya secara mudah untuk kepentingan perusahaan.

Merancang database.

Dalam perancangan database ada dua macam model perancangan, yaitu :

Rancangan konseptual Rancangan ini berupa model abstrak dari database dalam sudut pandang bisnis. Rancangan ini membutuhkan deskripsi rinci tentang informasi bisnis yang dibutuhkan oleh pengguna.

Rancangan fisik. Dalam rancangan ini menunjukan bagaimana database secara nyata dikelola pada perangkat penyimpanan.

Mendistribusikan Database.

Perencanaan database harus mempertimbangkan juga kemungkinan pendistribusiannya. Sistem informasi bisa dirancang dengan sebuah data base pusat yang digunakan oleh suatu prosesor pusat atau beberapa prosesor dalam sebuah jaringan.

Database terdistribusi adalah database yang tersimpan dalam lebih dari satu lokasi fisik. Beberapa bagian tersimpan secara fisik pada suatu lokasi, dan bagian-bagian lain tersimpan pada lokasi lain pula. Sistem terdistribusi dapat mereduksi kelemahan-kelemahan dari satu sistem besar pada satu lokasi.

Sistem distribusi meningkatkan kecepatan layanan dan respons terhadap pengguna lokal dan sering dijalankan pada komputer yang lebih kecil dan murah. Namun sistem ini bergantung pada saluran telekomunikasi yang kualitasnya sangat baik. Oleh karena itu para perancang harus mempertimbangkan faktor tersebut.

Persyaratan Manajemen untuk Database.

Dalam mengembangkan database ada banyak hal yang harus dilakukan, tidak hanya memilih model logika database. Tanpa dukungan dan pemahaman dari manajemen maka usaha membangun database akan gagal. Adapun elemen-elemen inti dalam lingkungan database adalah :

Administrasi data

Sistem database mengharuskan organisasi untuk mengatur kembali peran strategi dari informasi dan mulai secara aktif mengelola dan merencanakan informasi sebagai sumber perusahaan. Ini berarti organisasi harus mengembangkan fungsi administrasi data dengan kekuatan untuk menentukan persyaratan informasi untuk seluruh perusahaan dan akses langsung ke manajemen senior. Prinsip dasar administrasi data adalah semua data merupakan milik organisasi secara keseluruhan dan data tidak bisa dikatakan milik salah satu wilayah bisnis tertentu.

Perencanaan data dan Metodologi pemodelan

Kebutuhan-kebutuhan organisasi yang dilayani oleh DBMS jauh lebih lebar daripada yang dilayani oleh lingkungan file tradisional. Oleh karena itu, organisasi memerlukan perencanaan data yang menyeluruh. Analisis perusahaan sangat diperlukan untuk mengembangkan data base.Adapun tujuan analisis tersebut adalah mengidentifikasi entitas-entitas kunci, atribut dan relasi yang menyusun data organisasi.

Teknologi, manajemen dan penggunaan database

Database membutuhkan perangkat lunak, staf dan struktur manajemen data yang dilatih secara khusus dalam hal teknik-teknik database. Sebagaian besar perusahaan mengembangkan rancangan database dan kelompok manajemen daidalam divisi sistem informasi yang bertanggung jawab dalam menentukan dan mengorganisasian sturtur dan isi database dan memeliharanya. Dalam interaksi erat dengan pengguna, kelompok perancang menetapkan database fisik, relasi logis antar elemen dan peraturan dan prosedur akses.



Pembuatan Model Data (data modelling)

Pembuatan Model Data (data modelling adalah)proses menyusun database, agar database itu benar-benar mewakili seluruh aspek organisasi, termasuk interaksi organisasi dengan lingkungan eksternal.

Proses desain database terbagi dalam beberapa tahap, yaitu:

Perencanaan (planning), mempertimbangkan dua aspek yaitu teknologi dan ekonomi

Analisis Persyaratan (Requirement Analysis)

Desain, disesuaikan dengan eksternal, internal dan konseptualnya.

Pengkodean (Coding)

Implementasi, tahap ini sangat mempertimbangkan bagaimanakah bentuk perubahan dari konsep SIA lama ke konsep SIA yang baru.

Operasional dan pemeliharaan

Satu cara untuk melaksanakan kegiatan definisi persyaratan dan desain konseptual adalah dengan membangun model data SIA. Model data akuntansi REA dikembangkan secara khusus untuk membangun database SIA. Model REA mengklasifikasikan data menjadin tiga kategori dasar, yaitu: Sumber daya, Kegiatan dan Pelaku. Model REA dapat didokumentasikan dalam bentuk diagram E-R, yang menampilkan entitas data yang dikumpulkan dan memperjelas pentingnya hubungan antar-data. Kardinalitas hubungan yang tampak dalam diagram REA juga menyediakan informasi mengenai kebijakan bisnis dasar yang diikuti oleh perusahaan.



Diagram E-R

Digram E-R merupakan representasi dari model data konseptual antara data dictionary yang mengorganisasi data yang direpresentasikan oleh entitas-entitas yang ada dalam suatu organisasi. Ada dua pendekatan dalam pembuatan Entity Relational Digram yaitu :
a. Basic Relational Model

Digram E-R yang direpresentasikan ini menggunakan simbol-simbol yang dasar dengan menghubungkan hubungan antar entitas yang ada dalam satu organisasi .

b. Database Relational Model

Digram E-R dalam model ini menggunakan struktur data sebagai acuan yang merepresentasikan hubungan antar entitas. Struktur data ini biasanya diklasifikasikan sesuai kebutuhan data yang harus tersedia, tabel yang digunakan sebagai satu kualifikasi dari struktur data yang ada.

Database relational model merepresentsikan hubungan antar entitas dalam organisasi dengan lebih detail mengarah pada struktur data yang disebut sebagai Relational Database Accounting System.

Diagram E-R merupakan teknik grafis yg menggambarkan skema database. Diagram ini menunjukan beberapa entitas yang dimodelkan E-R menunjukan isi databasedan secara grafis merupakan model suatu organisasi. Model data REA digunakan untuk mengambil keputusan mengenai hal berkaitan. Adapun langkah –langkah menyusun diagram REA terdapat 4 cara yaitu :

Identifikasi kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi untuk menerima dalam siklus tersebut.

Identifikasi sumber daya dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Masukan kegiatan komitmen.

Menetapkan kardinalitas hubungan.

Diagram REA dapat pula dipadukan ke diagram yang lebih besar dengan cara menggabungkan entitas yang sama. Model data yang didokumentasikan dalam diagram REA dapat diimplementasikan dalam DBMS relasional melalui tiga langkah yakni membuat table untuk semua entitas kedalam diagram REA kemudian kunci utama dan atribut non kunci dimasukan dalam setiap table yang terakhir hubungkan satu ke satu dan satu kebanyak diimplementasikan dengan menggunakan kunci luar.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

tugas basis data "PERENCANAAN DATABASE" by Dandy Handoza (0606017)


Database Planning


Database assessment and planning is a process to ensure that your database serves the goals of your work instead of making your work harder. To use your database well, you need to answer several key questions:


  • Use - What do you want your database to be able to do?

  • Information - What information do you need to track and about whom?

  • Hardware and software--What program and computers do you need?

  • Training -What training do staff and members need to use the database?

  • Repair - How do you fix it when it breaks?

  • Data collection and Maintenance - How to collect information & who keeps database up to date?

  • Cost - How much does it cost you to use your database in your work?


Below are suggested steps to assist you in developing a strong database that serves the needs of your work. Many organizations plan differently. Use the following steps as a to develop a planning process that fits your organization.


I) Develop a planning structure

Most organizations need to develop a simple structure to be sure the planning work is complete and involves a range of different perspectives. This can be a committee, a small group of staff or one staf person who gets input from many people in the organization and then shares the draft of a plan withothers.

II) Conduct an assessment

Most organizations use some form of an information collection system or database. Some are often files in word processing or spread sheet programs to collect basic contact information. Other complex database systems track thousands of individual donors, funders, members, media contacts, membership data, events, voting histories, etc . . .

To begin your planning process, you need to assess what you currently use. The following are some questions to help you evaluate your current information collection system or database. Large or complex organizations may want to augment these questions. These questions reflect the main categories of information you need to use a database effectively mentioned above:

Use

  • What do you use your database to do?

  • Can people do what they need to do?

  • What do you want your database to do that it cannot do?

  • What are the most common reports or outputs you need from your database? (labels, membership reports, etc. . .)

  • Are the necessary staff able to use the database?

Information

  • What information do you currently track about whom?

  • Is that information sufficient? Do you need to be tracking other things you currently do not?

  • Do you have more than one database?


Hardware and software

  • What software or database program do you use?

  • Do all of your computers support the current software?

  • Does the database easily give you the reports and information you need?

Training

  • Do you currently train staff on your database software?

  • Do all the people that need training have access to that training?

  • What is your current method for training?

Repair

  • When your database stops working, how do fix it?

  • Is the repair process difficult?

Data collection and maintenance

  • How do you collect information that goes into your database?

  • Is it sufficient?

  • Do you need to identify other data collection strategies?

  • How is the database maintained?

Cost

  • How much does it currently cost you to use your database over a year?(Do not forget software upgrades, cost of training, repairs, etc . . .)


III) Information mapping

Once you get a clear sense of how effective your current database is, the next step is to map your information needs. It is the key to identifying who/what categories you want to track and what information you need to know about them.

a) Break your organization into definable categories that make sense to you like

administration, membership, communications/media, research, campaigns, etc . . .

b) Ask the following question of each category: Who/what is it important for you to track? (Who are your main audiences/institutional

partners/important constituents?) What do you need to know about them to best accomplish your work?

c) Prioritize your information map based on the priorities of your work and capacity.

d) Use the map to shape the database by giving it to the database developer (staff or

consultant).

IV) Identify skilled technical assistance

Identify a skilled staff person or consultant. This person should be able to bring an organizing and technology perspective to the work. They will help complete the plan and should then be able to help develop or revise the actual database. Often a skilled technology consultant, if you can identify one, is the best route to take if they are willing to take your lead about what you need.


IV) Creating the plan

This is the heart of the database planning process. Use your assessment and information mapping as the base to determine how you want to design and use your database. Now you will need to use those to guide your work with the skilled technical assistance provider to answer these questions:

  • Use-What do you want your database to be able to do?

  • Hardware and software-What program and computers do you need?

  • Training-What training do staff and members need to use the database and how will they get it?

  • Repair-How do you fix it when it breaks?

  • Data collection and Maintenance-How to collect information & who keeps database up to date?

  • CostHow much will it cost you to use your database in your work?

6) Develop implementation steps

Once you complete the assessment and the plan, you need to identify a time line and budget for creating the database you want. It should also clearly layout who is going to do what.


Things you will need to create a database plan


  • Commitment—Be sure staff and leaders are committed to creating a better database. The assessment, planning and then the hassle of creating a new database are significant, so it is important folks are ready to stick with it.

  • Time—Depending on the scope of the database, this planning can take at least 40 hours to complete if not longer. It makes sense to give one staff person the responsibility of coordinating the database planning process, but recognize that others will need to be involved.

  • Expertise--If you will be building your own database, the process requires an experienced database planner/developer. It is not advisable to do this process without this expertise, as you may not get the database you need and want. If you don't have the in-house expertise, this is the time to hire an experienced consultant.

  • Resources—It clearly takes funding to take the time to create the database plan, hire a consultant, purchase any needed software and equipment and then ensure its proper operation. The actual costs depend on the scope of the database itself and while expensive, they should not be astronomical.



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

[0604038] Tugas ke-2 Perencanaan Database

Perencanaan Database
Data yang terorganisir dengan baik dapat menghasilkan Informasi, pengorganisasian data untuk mencegah terjadinya duplikasi yang tidak diperlukan. Data yang terorganisasi dan saling berkaitan antara satu sama lainnya merupakan Basis data (database). Sedangkan untuk mengelola dan mengorganisasikan database yang dibangun dalam suatu Sistem dibutuhkan suatu pengelolaan database yang di sebut dengan sistem manajemen basis data (Database management system - DBMS).
DBMS merupakan software yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian data secara bersama.
Database telah mengalami perkembangan sejalan dengan penelitian-penelitian para ahli, ada beberapa model database :
  1. Hierarchical database
Adalah merupakan kumpulan record yang dihubungkan satu sama lain yang membentuk struktur pohon
  1. Network Database
Database yang terbentuk dari sekumpulan record yang membentuk relasi dalam bentuk ring
  1. Relational Database
Berisi kumpulan tabel, dimana setiap tabel mempunyai nama dan struktur yang unik. Dalam setiap tabel, masing-masing record data diorganisasikan dalam struktur yang sama dan memiliki field kunci yang akan menjadi penghubung antara satu dengan lainnya
  1. Web Warehause
Data warehouse (gudang data) merupakan sebuah database dengan peralatan pembuatan laporan dan query yang menyimpan data kini dan data historis secara terpusat,biasanya digunakan untuk menyajikan laporan dan melakukan analisis guna mendukung pengambilan keputusan manajerial.
Langkah-langkah yang harus di penuhi dalam perancangan database adalah sebagai berikut :
a. Studi Kelayakan
Dalam merancang database studi kelayakan adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga dapat diterapkan dalam sebuah basisdata. Studi kelayakan akan menghasilkan data mentah dalam pembuatan basisdata. Dalam studi kelayakan ini digunakan untuk menginventaris kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar tidak menggangu proses pengembangan sistem yang telah direncanakan.
Sesuai dengan database yang dikembangankan pada soal nomor satu yaitu Pengembangan database Program Perbaikan Gizi pada Puskesmas maka pada langkah ini informasi yang akan perlu diketahui adalah sebagai berikut :
- Data-data apa saja yang dikumpulkan dan diolah yang berhubungan dengan program gizi
- Masalah apa yang ditemui dalam pengolahan data
- Apakah di Program Gizi mempunyai Komputer
- Dalam pengolahan data sekarang sudah menggunakan software.
b. Rencana Pendahuluan.
Langkah ini merupakan langkah yang menentukan lingkup sistem yang diakan di bangun. Pada tahap ini akan dibuat diagram alir data yaitu DFD (Data Flow Diagram). Bentuk DFD digunakan untuk mendokumentasikan proses berjalannya sistem yang sedang dibangun, termasuk entitas sumber-sumber masukan dan hasilnya atau keluaran. Fungsi DFD untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukan dari dan dan kemana data mengalir serta penyimpanannya.
c. Menganalisa Sistem
Pada langkah ini dilakukan analisa data yang dibutuhkan, Penganalisaan ini dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan mendatangi langsung tempat atau objek yang dijadikan sistem implementasi.
Proses analisa ini dapat dilakukan melalui wawancara atau dengan mencari data pada objek tujuan sehingga validasi data tercapai. Data-data yangyang valid tersebut siap diimplentasikan kedalan sistem database
d. Merancang Sistem
Perancangan sistem yang dimaksud adalah memisahkan data mentah menjadi kelompok data yang bisa disebut tabel. Dengan mengimplentasikannya kedalam sistem yang terdistribusi dalam bentuk database akan mempermudah melakukan tindakan lebih lanjut dalam implementasi. Perancangan sistem ini akan menghasilkan penggambaran dengan bentuk yang lebih jelas dan terkelompok yan di sebut Tabel.
Setiap tabel pada intinya berfungsi untuk menyimpan suatu informasi data. Tabel yang dibuat harus memenuhi kriteria untuk mempermudah pengolahan data seperti memasukan data (Insert), Peremajaan data dari data lama menjadi data baru (Update), dan Proses Menghilangkan atau menghapus data (Delete)
Disamping itu kriteria diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tabel antara lain :
- Tidak boleh ada baris data atau record yang sama pada tabel
- Setiap tabel harus memiliki nama yang menjadi wakil dari seluruh atribut/field didalamnya. Atribut yang menjadi wakil tidak boleh kembar
- Tabel yang dibuat merupakan hasil analisa akhir sehingga semua atribut bernilai tunggal dan tidak dapat dipecah lagi menjadi field terkecil.
Berikut ini adalah contoh DB Puskesmas dengan Tabel-tabel beserta Penjelasan hubungannya :
- Tabel Kepala Keluarga
Id KK
Nama KK
Tempat Lahir
Tanggal Lahir
Sex
pekerjaan
Pendidikan
Alamat
Gakin
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
    1. id_kk sebagai Primary Key yaitu data Integral 10 digit
    2. nama_kk berisi Nama Kepala Kelurga
    3. Tempat_lahir tempat dari Kepala Keluarga
    4. Tgl_lahir :Tanggal lahir dari Kepala Keluarga
    5. Sex berisi kategori laki-laki dan perempuan dari Kepala Keluarga
    6. Pekerjaan adalah pekerjaan dari kepala keluarga yang berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
    7. Pendidikan adalah Tingkat Pendidikan kepala keluarga berisi kategori PT, Akademi, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah
    8. Alamat adalah Alamat Kepala Keluarga
    9. GAKIN berisi kategori : ya dan Tidak
- Tabel Data Anggota Keluarga
Id Anggota KK
Id KK
Nama
Tempat Lahir
Tanggal Lahir
Sex
Hubungan
pekerjaan
Pendidikan
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
    1. id_Anggota_kk sebagai Primary Key dari table Anggota_kk yaitu data Integral 10 digit
    2. id_kk adalah current key dari Tabel data_kk
    3. Nama : nama anggota Keluarga
    4. Tempat_lahir adalah Tempat Lahir dari anggota Keluarga
    5. Tgl_lahir adalah Tanggal Lahir dari anggota Keluarga
    6. Sex adalah Jenis Kelamin dari anggota keluarg yang berisi kategori laki-laki dan perempuan
    7. Hubungan adalah hubungan dari anggota keluarga dengan kepala keluarga yang berisi kategori : Isteri, Anak, Orang Tua, Saudara Kandung, dll
    8. Pekerjaan adalah Pekerjaan dari anggota keluarga berisi kategori PNS, Swasta, Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh,Tidak bekerja
    9. Pendidikan adalah Pendidikan dari anggota Keluarga berisi kategori Sarjana,Diploma, SMU,SMP,SD,Tidak Sekolah
- Tabel Data Balita
Id Balita
Id Anggota KK
BB Wkt Lahir
TB Wkt Lahir
KMS Balita
ASI Ekslusif
Penjelasan Tabel diatas adalah sebagai berikut :
a. id_Balita sebagai Primary Key dari table Balita yaitu data Integral 10 digit
b. id_Anggota_kk adalah current key dari Tabel Angggota_kk
c. BB_wkt_lhr : adalah berat badan Balita Waktu Lahir
d. PB_wkt_lhr : adalah Panjang badan Balita Waktu Lahir
e. KMS_Balita adalah Kepemilikan Kartu Menuju Sehat, yang berisi kategori Ya dan Tidak
f. Asi_eks adalah Pemberian ASI 0 s/d 6 Bulan tanpa makanan pendamping, yang berisi kategori Ya dan Tidak
3. Pada waktu merancang database, seringkali para calon pengguna menanyakan relevansi database tersebut bagi proses pengambilan keputusan di organisasi mereka. Bagaimana anda bisa meyakinkan bahwa database yang anda rancang dapat memenuhi kebutuhan mereka? Informasi potensial apa saja yang dapat dihasilkan dari desain yang telah anda rancang? Bagaimana informasi tersebut mendukung dan terkait dengan konsep yang anda tawarkan.
Untuk bisa meyakinkan bahwa database yang dirancang itu memenuhi kebutuhan maka dalam dalam perancangan database memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Perancangan berbasis pemakai
Perancangan database berbasis pemakai yaitu rancangan sistem harus berdasarkan kebutuhan pemakai, hal ini bisa dilaksanakan pada tahapan analisa sistem yaitu menggali kebutuhan dari pemakai
b. Perancangan secara iteratif
Disamping berbasis kebutuhan pemakai dalam hal perancangan pengujian dan pengukuran database melibatkan pemakai, hal ini dilakukan untuk agar database yang dirancang benar-benar merupakan kebutuhan pemakai.
Berikut ini akan dijelaskan Informasi potensial yang dapat dihasilkan pada rancangan database hubungannya dengan konsep dasar pembuatan database yaitu untuk mempermudah dalam hal pengambilan keputusan
Contoh Perancangan DB pada puskesmas:
  1. Jumlah Penduduk di wilayah puskesmas berdasarkan Jenis Kelamin, Tingkat pendidikan, pekerjaan
  2. Jumlah Keluarga Miskin di wilayah puskemas, informasi ini dapat membantu pemerintah dalam perncanaan kegiatan pengentasan kemiskinan dan dalam penyaluran bantuan bagi keluarga miskin
  3. Persentase Jumlah Balita yang lahir dengan berat badan waktu lahir rendah, Tingginya Balita lahir dengan berat badan rendah menggambarkan status gizi ibu sewaktu mengandung, sehingga perlu peningkatan intervensi kegiatan yang diarahkan pada ibu hamil, disamping itu informasi bayi lahir dengan berat badan rendah segera melakukan pemberian makanan tambahan agar tidak menjadi balita gizi buruk.
  4. Jumlah balita gizi buruk, Gizi Kurang, dan gizi baik, informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan penanggulangan gizi buruk
  5. Jumlah balita dalam suatu wilayah yang telah mendapatkan vitamin A.
  6. Dan beberapa informasi tentang Program Gizi di wilayah Puskemas tersebut, semua itu dapat dilakukan untuk Perencanaan Kegiatan.
4. Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) terus berkembang dengan pesat. Apa yang dapat anda sarankan kepada organisasi anda dalam memilih, menggunakan dan memelihara investasi TIK yang menjamin keberlangsungan, aksebilitas, kemanfaatan serta keamanan Sistem Manajemen Basisdata yang ditawarkan.
Saran saya kepada organisasi dalam memilih, menggunakan dan memelihara investasi TIK yang menjamin keberlangsungan, kemanfaatan serta keamanan Sistem Manajemen Basisdata adalah sebagai berikut :
a. Dalam Pemilihan Sofware database memilih sofware yang opensource, yaitu program yang free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan membayar lisensi kepada pembuatnya
b. Software database merupakan database server, yang dapat memungkinkan dapat diakses bersama, atau dapat dihubungkan dengan media internet
c. Software database dapat menyimpan data berkapasitas sangat besar sampai dengan ukuran Gigabyte.
d. Software database memiliki enskripsi password, sehingga tidak semua dapat mengaskesnya.
e. Sofware database yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak orang akan tetapi merupakan database yang dapat digunakan oleh banyak pengguna.
f. Software database yang memiliki kecepatan dalam pembuatan tabel maupun peng-update-an tabel
DAFTAR PUSTAKA
Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom.,MM. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Penerbit Andi Yogyakarta, 2002
Bunafit Nugroho, Database Relasional dengan MySQL. Penerbit Andi Yogyakarta, 2004
Hari Kusnanto, Data Warehousing.(Materi Kuliah Manajemen Data Base Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Tahun 2006)
Harmin Prasetyo, Database Manajemen System MySQL. (Modul Kuliah Aplikasi Komputer 2006)


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

Tugas Basis Data

Nama Tugas : Tugas 2 Database

Nama Penyusun : Leo Gunadi

NIM : 0605034

Kelas : A

Perencanaan Database

Dalam perencanaan database dapat digunakan berbagai macam DBMS (Database Management System) seperti MS Access, SQL Server,MY SQL dsb. Dengan DBMS tersebut dapat dibuat program aplikasi basis data yang dapat digunakan untuk merancang, membuat, dan mengelola database. Pada perencanaan database dibuat terlebih dulu struktur basis data dengan membuat field-field untuk beberapa tabel yang diperlukan menggunakan DBMS, sedangkan pembuatan form dapat

menggunakan software bahasa pemrograman seperti Visual Basic/Visual.Net, Delphi, atau pada beberapa DBMS sudah tersedia fitur untuk membuat program aplikasi secara langsung dari DBMS-nya yang digunakan untuk pengaksesan databasenya.

Dalam perencanaan database, langkah-langkah kerjanya dapat mengacu pada suatu konsep pengembangan database. Salah satu konsep pengembangan database tersebut ialah Database System Development Life Cycle (DSDLC).

Langkah-langkah kerjanya sendiri terdiri dari:

1. Database Planning => Pada tahap awal ini yang dipikirkan adalah tentang bagaimana data-data dikoleksi, cara-cara menampilkan data, dokumentasi dan implementasinya pada saat database tersebut sudah siap dipakai.

2. System Definition => Disini ditetapkan aturan-aturan yang berkaitan dengan hasil planning yang mencakup hal-hal seperti SDM,Marketing dsb.

3. Requierment Collection & Analysis => Pada langkah ini dilakukan pembatasan data yang dibutuhkan, serta pendukung database agar dapat didokumentasikan.

4. Database Design => Langkah untuk menentukan data model yang mencakup tabel (atribut dan domain), view, relationship, dan rule

5. DBMS Selection => tahap ini bersifat opsional artinya dalam hal penentuan DBMS mana yang akan digunakan sangat bergantung dari kasus yang dihadapi, contoh jika ada kasus pembuatan database untuk kasus praktek dokter yang hanya membutuhkan dua entitas yaitu dokter dan pasien dengan asumsi pada setiap bulannya akan didapat rata-rata pasien berjumlah 500-600 orang, maka DBMS yang digunakan tidak harus menggunakan DBMS yang memerlukan konfigurasi rumit seperti SQL Server, Oracle dsb namun cukup dengan DBMS yang sederhana seperti MS Access.

6. Application Design

7. Prototyping => Hal yang harus diperhatikan dari prototyping adalah masalah integritas data

8. Implementation => Prinsip yang harus digunakan dalam hal implementasi adalah pada saat dipresentasikan harus mudah dipahami atau Diagrammatic Presentation

9. Data Convertion dan Loading => Dalam hal data convertion yang harus dipikirkan adalah ketika mengonversi data dari sistem database lama ke yang baru apakah data tersebut tidak akan rusak atau corrupt.

10 Testing => Tahap pengujian

11 Maintenance => Pemeliharaan database setelah digunakan

Permasalahan Dalam Pengembangan Database System:

1. Flexibilitas Sistem

2. Kebutuhan user => terkait kelengkapan fitur yang diinginkan oleh user

3. Perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

(perencanaan database) Nama :Teguh Akbar NPM:0606006

Nama : Teguh Akbar
NPM : 0606006

PERENCANAAN DATABASE
Merancang Database merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memuaskan keperluan saat ini dan masa mendatang perancangan model konseptual perlu dilakukan di samping perancangan model phisik. Pada perancangan konseptual akan menunjukkan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan oleh organisasi. Ketika menentukan entity dan relasinya dibutuhkan analisis data tentang informasi yang ada dalam spesifikasi di masa mendatang.

Pada pendekatan model konseptual, beberapa konsep pendekatan relational digunakan, namun tidakberarti konsep ini nantinya diimplementasikan ke model relational saja tetapi dapat juga dipakai pada model hierarchical dan model network.

Merancang Model Konseptual Database
Tugas database administrator adalah merancang model konseptual database. Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung pada aplikasi individual, tidak tergantung pada DBMS yang digunakan, tidak tergantung pada hardware yang digunakan serta tidak juga tergantung pada phisikal model. Pada perancangan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antara file. Tidaklah perlu dipikirkan tentang terapan dan operasi yang akan dilakukan pada database.

Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah dengan menggunakan model data relational, yaitu dengan Teknik normalisasi.
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi table-tabel yang menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah, menghapus, mengubah, membaca pada suatu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa table lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat database yang optimal. Dalam teknik normalisasi terdapat tiga bentuk normalisasi. Bentuk normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field-field berupa "atomic value". Tidak ada set attribute yang berulang-ulang atau attribute yang bernilai ganda(multivalue). Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Attribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key, sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili attribute lain yang menjadi anggotanya. Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua attribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap attribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.

Langkah-langkah perancangan
Perancangan database dimulai dari data dictionary (kamus data), yang merupakan daftar semua elemen/field. Kamus data diperoleh pada saat analisis dengan diagram arus data (data flow diagram). Pada perancangan ini dibuat dengan sekaligus contoh yaitu pada permasalahan komputerisasi karyawan yang mengerjakan proyek-proyek pada suatu perusahaan. Karena prinsip dari database adalah integritas (menyatu), maka antara suatu file dengan file yang lain (table dengan table lain) harus saling berhubungan/table relationship. Perencanaan database selanjutnya adalah model data logika. Model data logika (logical data modeling) adalah satu teknik untuk menjelaskan dengan baik struktur informasi bisnis dan aturan-aturan sebagai masukan pada proses perancangan database.

Jantung dari model data logika adalah penghargaan atau pengertian dari data sebagai sumber yang sangat bernilai bagi satu organisasi bisnis. Model data logika adalah satu philosofi atau teknik untuk mengenal dan mendokumentasikan kenyataan tentang keberadaan data bisnis, kebebasan bagaimana mereka dibaca dan dimasuki, siapa yang memakainya dan bagaimana keadaan pengkomputerisasiannya. Langkah-langkah dalam model data logika ditunjukkan dalam satu set criteria untuk mendapatkan model data logika yang paling optimal adalah sebagai berikut :
a) Kebenaran struktur : konsisten dengan jalur definisi bisnis dan informasi organisasi
b) Kemudahan : mudah untuk dimengerti oleh orang yang tidak punya pendidikan khusus atau pemakai system yang bukan professional di computer
c) Tidak redudansi : tidak mempunyai informasi yang berlebihan ditulis berkali-kali usahakan untuk satu potong infomrasi hanyalah disimpan benar-benar di satu tempat, tidak dibeberapa tempat.
d) Data dipakai bersama (sharability) : kondisi data tidak sangat specific dan hanya dapat dibaca oleh satu dua aplikasi atau teknologi, namun diharapkah dapat diaccess oleh beberapa aplikasi dan teknologi.
e) Mudah dikembangkan (extensibility) : mampu untuk menerima kebutuhan baru dengan akibat yang ringan terhadap perubahan data dasarnya
f) Kesatuan (integrity) : konsistensi denga jalur bisnis yang digunaian dan pegngelolaan informasi

Langkah-langkah perancangan database dapat dirangkum untuk mempermudah pengertian sebagai berikut :
  1. membangun kerangka pandang pemakai
membangun model data logika dengan menguji satu aktivitas atas fungsi bisnis pada satu waktu. Model atau representasi dari kebutuhan informasi oleh satu fungsi bisnis diketahui oleh pandangan pemakai (user view). Sebagai perancang model, mendefinisikan batasan dari setiap pandangan pemakai. Proses pengembangan dari pandangan pemakai ini sangat tinggi interaksinya pada kondisi awal. Pekerjaan dilakukan oleh satu atau banyak pemakai untuk mendefinisikan elemen-elemen yang penting.
Secara specific maka perancangan dan pemakai melakukan :
-) mengidentifikasikan entity (kenyataan) yang utama merupakan step awal
-) menentukan hubungan (relationship) antar entity
penamaan dan mendenfinisikan entity-entity dan hubungan (relationship), kemudian dokumentasikan mereka dalam satu kamus data (data dictionary). Dapat juga diklasifikasikan dari berbagai macam tipe entity dan relationship lalu menggambarkan tentang kepentingan kebutuhan data dan hubungannya (relationship)


  1. penambahan kunci pada pandangan pemakai
proses dilanjutkan dengan menambahkan kunci lebih rinci dari informasi dan kunci utama, dan juga tipe-tipe dari aturan bisnis. Secara specific maka perancang dan pemakai melakukan :
-) Menentukan kunci primer dan kunci alternative
-) Menentukan kunci tamu (foreign key)
-) Menentukan kunci aturan bisnis (aturan itu untuk melihat akibat dari penyisipan, penghapusan, dan pembaharuan operasi pada relationship

  1. tambahkan rincian pada pandangan pemakai
Setelah menambahkan kunci attribute maka lakukanlah :
-) Penambahan attribute bukan kunci yang masih sisa
Atribute bukan kunci adalah rincian diskriptif dimana secara alami bersekutu dengan entity. Sekutukanlah setiap attribute dengan entity yang mempunyai kunci primer dimana attribute tersebut butuh untuk didefinisikan

  1. validdasikan pandangan pemakai pada normalisasi
step pada model data logika selanjutnya, mengandalkan pada proses intutif untuk menyekutukan atribut pada entity. Pada perancangan model data logic, pengujian dilakukan dengan melihat lebih terstruktur memakai teknik yang lebih formal yaitu dengan cara validasikan aturan normalisasi. Secara khusus, normalisasi meningkatkan kepastian pencapaian model data logika yang optimal. Prinsip normalisasi adalah pengujian setiap entity dan persekutuan attribute terhadap reundansi dan inkonsistensi. Bila masih terjadi redundansi dan inkonsistensi maka masih ada kesalahan penempatan attribute atau sekutu attribute tersebut. Mengeliminasi masalah ini tentu menempatkan kembali attribute yang salah tersebut pada tempat yang seharusnya. Hasil dari step ini adalah satu model data yang secara struktur punya konsistensi yang tinggi.

  1. menentukan attribute tambahan aturan bisnis
normalisasi juga tidak secara penuh memuat aturan bisnis. Bagian ini haruslah menjadi bagian dari model data logika untuk meyakinkan tidak hanya struktur data namun juga nilai kebenaran data yang merefleksikan operasi bisnis. Setiap tahapan model data logic telah membuka aturan bisnis mengenai pengaturan attribute kunci primer dan attribute kunci tamu (foreign key). Pada bagian ini mengidentifikasi dua tipe tambahan mengenai attribute aturan bisnis :
-) menentukan domain (paksaan pada nilai-nilai yang valid dimana satu attribute diamsusikan) seperti tipe data, panjang, format, keunikan, dukungan boleh kosong (null support), batasan nilai, nilai setting awal (default value) dan arti/keterangan atribute.
-) Menentukan operasi pemicuan (triggering operation), aturan ini mengatur efek dari operasi penyisipan (insert), penghapusan (delete) dan pembaharuan (update) pada entity lain atau antar attribute dalam satu entity yang sama.

  1. integrasi pandangan pemakai
Akhir dari perancangan model data logika adalah menggabungkan beberapa pandangan pemakai dalam satu model data logika yang terkonsolidasi.
-) Menggabungkan pandangan-pandanga npemakai, mendefinisikan eberapa fungsi bisnis atau mungkin beberapa group pemakai yang berbeda dalam satu model.
-) Integrasikan dengan model data yang telah ada
-) Analisis untuk kestabilan dan pertumbuhan

Pengembangan dari pola konseptual dengan menggabungkan model-model data logika, menyambungkan mereka, seperti mengidentifikasikan pemetaan antara setiap model data logika dan pola konseptual bisnis termasuk perbedaan dalam nama-nama, melakukan operasi-operasi pada pola konseptual untuk mendapatkan gagasan antara model data logika, interrelasi dari aturan-aturan bisnis. Keberadaan satu pola konseptual bisnis memungkinkan untuk memperoleh beberapa model data logika dan beberapa implementasi database yang konsisten antara satu denga lainnya yang diterapkan pada operasi bisnis menyeluruh, seperti ditangani oleh satu individu pemakai.


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

(perencanaan database) Nama :Aditya Novianto NPM:0606001

Nama: Aditya Novianto
NPM : 0606001


PERANCANGAN SISTEM DATABASE

1. PERANCANGAN DATABASE
Perancangan Database adalah proses untuk menentukan isi dan
pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai
rancangan sistem.
Perancangan sistem terjadi pada dua tingkat , yaitu :
Pada tingkat pertama, perencanaan sistem, analisis dan rancangan
umum dilaksanakan untuk menetapkan kebutuhan pemakai. Tingkat
perancangan database ini melibatkan tahap front-end, bebas dari
perancangan database tertentu atau Database Management System
(DBMS).

Pada tingkat kedua, rancangan umum, seperti diagram entitas relasi
tingkat tinggi, ditransformasikan (atau didekomposisikan) ke dalam
perancangan database rinci untuk sebuah DBMS tertentu yang akan
digunakan untuk mengimplementasikan sistem total.
Tiga model database yang cukup dikenal adalah :
- Model Hierarkikal
- Model Jaringan
- Model Relasional

Pada masa lalu banyak penjual (vendors) menawarkan Database
Management Systems (DBMS) yang berdasarkan pada Model
Hierarkikal dan Model Jaringan. Saat ini Model Relasional adalah
dominan. Karena itu hampir semua penjual perangkat lunak database
menawarkan produk perangkat lunak Relational Database Management
Systems (RDBMS).

RDBMS dibuat dengan struktur tiga skema, Struktur lapisan ini
mendefinisikan data perusahaan pada tingkat yang berbeda.

Skema Eksternal mendefinisikan bagaimana pemakai mengakses dan
melihat output dari RDBMS, bebas dari bagaimana data disimpan atau
diakses secara fisik. Akses dan manipulasi seperti ini dilaksanakan oleh
pemakai dengan memperkerjakan bahasa prosedural, seperti COBOL
atau bahasa query, seperti Structured Query Language (SQL), bahasa
standar yang diakui untuk RDBMS.

Skema Konseptual yang mendefinisikan model database relasional
terdiri dari sekumpulan tabel yang dinormalisasi. Skema konseptual
adalah rancangan dari database yang merupakan subyek utama dari
bab ini.

Skema Internal terdiri dari organisasi fisik dari data (mis. sekuensial,
indeks sekuensial, langsung) dalam hal struktur fisik data dan metodemetode
pengaksesan dari sistem operasi komputer.

Sifat-sifat Tabel :
-Duplikasi baris tidak diperbolehkan. Untuk melaksanakan sifat ini,
harus terdapat paling sedikit satu atribut atau kombinasi beberapa
atribut yang mengidentifikasi secara unik tiap baris dari tabel. Atribut
atau kombinasi beberapa atribut yang melaksanakan tugas ini
disebut Kunci Primer (Primary Key). Contoh : Nomor_Mahasiswa,
adalah kunci primer yang mengidentifikasi tiap mahasiswa secara
unik.
-Database relasional adalah nilai Primary Key tidak boleh mempunyai
duplikat atau NIL (NULL, yaitu nilai tidak diketahui).
-Keterhubungan (relationship) antara dua tabel. Jika Tabel R2
mempunyai sebuah Kunci Asing (Foreign Key) yang cocok dengan
kunci primer dari Tabel R1, maka untuk setiap nilai Foreign Key
harus terdapat sebuah nilai kecocokan dari Primery Key, atau nilai
Foreign Key harus nil.

Menggunakan Structures Query Language (SQL)
SQL adalah bahasa standar database yang digunakan untuk query,
manipulasi dan memperbarui RDBMS. Karena semakin banyak
organisasi yang memutuskan untuk mengkonsolidasikan database
mereka ke dalam sistem seluas usaha, pengetahuan mengenai SQL
akan menjadi kebutuhan untuk para perancang database.

2. ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
Model Entity Relationship
Adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan
Relationship.
Entity
-Entity adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata
-Entity set adalah kumpulan dari entity yang sejenis
-Entity set dapat berupa :
- Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan
- Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana
Relationship
-Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih
entity.
-Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis.

Atribut
-Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang
menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship
tersebut.
-Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang
disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.

Jenis-jenis atribut :
-Key
Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik.
Atribut Simple
Atribut yang bernilai tunggal.
Atribut Multivalue
Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity.
Atribut Composite
Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang
mempunyai arti tertentu.
Atribut Derivatif
Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Cardinality Ratio Constraint
Jenis Cardinality Ratio
1 : 1 (One-To-One)
Sebuah entity A diasosiasikan pada sebuah entity B, dan sebuah entity
B diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity A.
1 : N (One-To-Many)
Sebuah entity A diasosiasikan dengan sejumlah entity B, tetapi entity B
dapat diasosiasikan paling banyak satu entity A.
N : 1 (Many-To-One)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan paling banyak sebuah entity
B, tetapi entity B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.
M : N (Many-To-Many)
Suatu entity A dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity B dan entity
B dapat diasosiasikan dengan sejumlah entity di A.

Participation Constraint
Terdapat 2 macam Participation Constraint :
Total Participation
Keberadaan suatu entity tergantung pada hubungannya dengan entity
lain.
Partial Participation
Keberadaan suatu entity tidak tergantung pada hubungannya dengan
entity lain.

Weak Entity
§ Weak Entity adalah suatu Entity dimana keberadaan dari entity
tersebut tergantung dari keberadaan entity lain.
§ Entity yang merupakan induknya disebut Identifying Owner dan
relationshipnya disebut Identifying Relationship.
§ Weak Entity selalu mempunyai Total Participation constraint dengan
Identifying Owner.

Transformasi dari ERD ke Database Relasional
-Setiap tipe Entity dibuat suatu relasi yang memuat semua atribut
simple, sedangkan untuk atribut composite hanya dimuat komponenkomponennya
saja.
-Setiap relasi yang mempunyai atribut multivalue, buatlah relasi baru
dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key dari
relasi tersebut dengan atribut multivalue.
-Setiap Unary Relationship 1:N, pada relasi perlu ditambahkan suatu
foreign key yang menunjuk ke nilai primary keynya.
-Setiap Unary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimana
primary keynya merupakan gabungan dari dua atribut dimana
keduanya menunjuk ke primary key relasi awal dengan penamaan
yang berbeda.
-Setiap Binary Relationship 1:1, dimana Participation Constraint
keduanya total, buatlah suatu relasi gabungan dimana Primary
Keynya dapat dipilih salah satu.
-Setiap Binary Relationship 1:1 dan salah satu Participation
Constraintnya Total, maka Primary Key pada relasi yang Participation
Constraintnya Partial menjadi Foreign Key pada relasi yang lainnya.
-Setiap Binary Relationship 1:1, dimana kedua Participation
Constraintnya partial, maka selain kedua relasi perlu dibuat relasi
baru yang berisi Primary Key gabungan dari Primary Key kedua tipe
Entity yang berelasi.
-Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N
mempunyai Participation Constraint Total, maka Primary Key pada
relasi yang bersisi 1 dijadikan Foreign Key pada relasi yang bersisi
N.
-Setiap Binary Relationship 1 : N, dimana tipe Entity yang bersisi N
mempunyai Participation Constraint partial, buatlah relasi baru
dimana Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key
kedua tipe Entity yang berelasi.
-Setiap Binary Relationship M:N, buatlah relasi baru dimana
Primary Keynya merupakan gabungan dari Primary Key kedua tipe
Entity yang berelasi.
-Setiap Ternary Relationship, buatlah relasi baru dimana Primary
Keynya merupakan gabungan dari Primary Key ketiga tipe Entity
yang berelasi.
-Setiap tipe Weak Entity, dibuat suatu relasi yang memuat semua
atributnya dimana Primary Keynya adalah gabungan dari Partial
Key dan Primary Key dari relasi induknya (identifying owner).


Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

tugas basisdata Nama Agung Ginanjar Santika NPM 0606028

Perancangan Database

Sistem Informasi Inventaris



A. Permasalahan:

Suatu perusahaan software diminta membuatkan basis data yang akan menangani data-data inventaris sebuah toko kecil. Karena tokonya kecil, maka ada beberapa gudang yang khusus untuk menyimpan stock produk. Data-data yang akan ditanganinya adalah: data produk yang ditawarkan toko, data pemasok produk, data transaksi pembelian produk dari pemasok (nota pembelian), dan data gudang tempat penyimpanan produk. Satu produk yang sama bisa disimpan di beberapa gudang yang berbeda, dan tentu saja tiap gudang menyimpan berbagai macam produk. Di database harus ada data mengenai sisa stock yang ada di masing-masing gudang untuk semua produk.



B. Tahap 1: Penentuan Entities

  • produk: menyimpan semua informasi mengenai semua produk yang ditawarkan

  • pemasok: menyimpan semua informasi mengenai semua pemasok

  • nota_pembelian: menyimpan semua informasi mengenai semua transaksi pembelian produk dari pemasok

  • gudang: menyimpan semua informasi mengenai gudang untuk penyimpanan produk



C. Tahap 2: Penentuan Attributes

  • produk:

  • kode_produk: kode unik untuk tiap macam produk (string) PK

  • nama_produk: nama lengkap untuk produk (string)

  • harga_jual: harga jual produk di toko (integer)

  • pemasok:

  • kode_pemasok: kode unik untuk tiap pemasok (string) PK

  • nama_pemasok: nama lengkap untuk pemasok (string)

  • alamat_pemasok: alamat lengkap untuk pemasok (string)

  • nota_pembelian:

  • no_nota: kode untuk mata kuliah (integer) PK

  • tanggal: tanggal transaksi dilakukan (date)

  • gudang:

  • kode_gudang: kode untuk ruang kelas (string) PK

  • alamat_gudang: alamat lengkap untuk gudang (string)


D. Tahap 3: Penentuan Relationships

Hubungan:

  • produk disimpan di gudang:

  • Tabel utama: produk, gudang

  • Tabel kedua: stok_produk

  • Relationship: Many-to-many (m:n)

  • Attribute penghubung: kode_produk, kode_gudang (FK kode_produk, kode_gudang di stok_produk)

  • produk tercatat di nota_pembelian:

  • Tabel utama: produk, nota_pembelian

  • Tabel kedua: rincian_nota_pembelian

  • Relationship: Many-to-many (m:n)

  • Attribute penghubung: kode_produk, no_nota (FK kode_produk, no_nota di rincian_nota_pembelian)

  • pemasok tercatat di nota_pembelian:

  • Tabel utama: pemasok

  • Tabel kedua: nota_pembelian

  • Relationship: One-to-many (1:n)

  • Attribute penghubung: kode_pemasok (FK kode_pemasok di nota_pembelian)



E. Tahap 4: Pembuatan ERD

EER (Enhanced Entity Relationship) Diagram:

F. Tahap Implementasi


CREATE TABLE produk (

kode_produk varchar(20) PRIMARY KEY,

nama_produk varchar(45) UNIQUE,

harga_jual integer

);


CREATE TABLE pemasok (

kode_pemasok varchar(20) PRIMARY KEY,

nama_pemasok varchar(20) NOT NULL,

alamat_pemasok varchar(45) NOT NULL,

CHECK(nama_pemasok!='' AND alamat_pemasok!='')

);


CREATE TABLE gudang (

kode_gudang varchar(20) PRIMARY KEY,

alamat_gudang varchar(45)

);


CREATE TABLE nota_pembelian (

no_nota serial PRIMARY KEY,

kode_pemasok varchar(20) REFERENCES pemasok(kode_pemasok),

tanggal date DEFAULT current_date

);


CREATE TABLE rincian_nota_pembelian (

kode_produk varchar(20) REFERENCES produk(kode_produk),

no_nota integer REFERENCES nota_pembelian(no_nota),

harga_satuan integer,

jumlah integer NOT NULL,

CHECK(jumlah>=20),

PRIMARY KEY(kode_produk, no_nota)

);


CREATE TABLE stok_produk (

kode_produk varchar(20) REFERENCES produk(kode_produk),

kode_gudang varchar(20) REFERENCES gudang(kode_gudang),

jumlah_stok integer NOT NULL,

CHECK(jumlah_stok<=200),

PRIMARY KEY(kode_produk, kode_gudang)

);




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

Minggu, 24 Februari 2008

Ester M.E. Silalahi [06.06.041], Tugas 2 [Perencanaan Database]

PERENCANAAN DATABASE
Perencanaan Database adalah proses Pembuatan (develop) stuktur database sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user.
Langkah-langkah dalam perencanaan database
1. I. Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) adalah proses mengidentifikasi & mendokumentasikan data yang dibutuhkan oleh user dalam sebuah database untuk memenuhi kebutuhan informasi saat ini dan masa yang akan datang.
A. 2 Jenis informasi yang harus diperhatikan:
1) Informasi yang menjelaskan struktur data, seperti entitas, atribut, dan relasi. Informasi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk grafik seperti entity-relationship diagrams (E-RD).
2) Informasi yang menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritas data. Biasanya disebut aturan bisnis (business rules), batasan-batasan ini harus di tuangkan dalam data dictionary/directory (atau repository) suatu organisasi.
B. Langkah-Langkah Dalam Mendefinisikan Kebutuhan
1. Mendefinisikan Lingkup Database
a. Team harus meninjau ulang rencana SI pada organisasi sebelum melakukan definisi kebutuhan.
b. Rencana meliputi tabel bisnis, suatu model informasi perusahaan, dan prioritas database dan implementasi merencanakan.
c. Rencana ini harus digunakan sebagai suatu keseluruhan kerangka untuk mendisain database.
2. Memilih Metodologi
a. Memilih metodologi dan CASE Tools àyang sesuai adalah hal yang Esensial.
b. Metodologi memberikan prosedur standar dan format pengumpulan data yang dibutuhkan untuk mengelola pengumpulan metadata pada disiplin tertentu.
c. CASE tools memberikan dukungan berbasis komputer untuk membangun sebuah repository dari metadata dan membuat tampilan yang terstruktur dari metadata tersebut. Dan CASE tools yang digunakan selama Mendefinisikan Kebutuhan harus sesuai dengan CASE tools yang digunakan selama perencanaan database.
3. Mengidentifikasi Pandangan User (User Views)
a. Pengumpulan data biasanya fokus pada pandangan user terhadap data.
b. Pandangan user (User View) adalah sekumpulan data yang diperlukan oleh user tertentu untuk membuat keputusan atau melakukan tindakan
c. Kita mengidentifikasi user views dengan meninjau ulang tugas (tasks) yang dilakukan atau keputusan yang dibuat oleh user dan dengan meninjau ulang data yang diperlukan untuk tugas-tugas dan keputusan tersebut.
d. Laporan, file, form, dokumen, dan tampilan (display) yang ada (baik input maupun output) merupakan sumber informasi yang penting tentang user views, dan analyst harus mengumpulkan contoh salinan dari data yang digunakan untuk mendukung keputusan.
e. Merupakan hal yang penting untuk mengantisipasi kebutuhan akan data di masa depan jika memungkinkan.
4. Model Data Struktur
a. Tahapan ini membutuhkan struktur yang konsisten pada setiap user views yang telah diidentifikasikan pada tahapan sebelumnya.
b. Pada sesi sebelumnya, kita menggunakan ER Diagram untuk membuatan model data structure. Memodelkan user views dalam bentuk ER-D memerlukan: entitas, relasi (relationship), atribut, candidate keys, Primary Key dan descriptor yang relevan untuk setiap pandangan user yang kita identifikasikan.
5. Model Database Constraints
a. Selama tahapan mendefinisikan kebutuhan, database analyst juga harus mengidentifikasi basic constraints yang menjaga integritas database.
b. Batasan-batasan ini : domains, referential integrity dan aturan bisnis lainnya. Batasan ini seharusnya disimpan dalam data dictionary (atau repository), dengan menggunakan CASE tools yang tersedia.
6. Mengidentifikasi Kebutuhan Operasional
a. Seorang analyst juga harus mengumpulkan informasi yang berkenaan dengan kebutuhan operasional user akan data.
b. Tahapan ini meliputi kebutuhan untuk masing-masing area berikut:
· Keamanan (Security).
· Waktu Respon (Response times).
· Backup and Recovery.
· Dokumentasi (Archiving).
· Prediksi Perkembangan (Growth Projections) Database.
c. Mendefinisikan Kebutuhan Data
· Pengumpulan Informasi
· Domain Constraint
· Refrensial Integrity
· Other Business Rules
d. Menentukan Ruang Lingkup
· Pemilihan Metodologi
· Mengidentifikasi User Views
· Model Data Struktur
· Model Databse Contraint
2. II. Rancangan Konseptual (Conceptual design)
Tujuan: untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur informasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan informasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
3. III. Rancangan Implementasi (Implementation design)
Tujuan: untuk memetakan model data logis (logical data model) kedalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu.
4. IV. Rancangan Fisik (Physical design)
Pada tahap terakhir ini, logical database structured (normalized relation, trees, network dll) dipetakan menjadi physical storage structure seperti file dan tabel.
Langkah Perbaikan (Stepwise refinement) Keseluruhan proses perencanaan pada perencanaan database harus dipandang sebagai satu langkah perbaikan, dimana perencanaan pada setiap tahapan diperbaiki secara progresif melalui perulangan (iteration). Langkah perbaikan harus dilakukan pada bagian akhir setiap tahapan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya..


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

Senin, 18 Februari 2008

Tugas #2 Perencanaan database

Buat Paper tentang perencanaan database, tugas ini merupakan tugas perorangan dikumpulkan paling lambat tanggal 26 Februari 2008. Tugas dikirim ke abd.fajar.kuliahku@blogger.com

Selasa, 12 Februari 2008

E-Book Ms. Access Pilihan

Berikut ini adalah ebook tentang MS. Access

MS. Access Tutorial

MS Access to MySQL.pdf

Microsoft Office Access 2003 step by step - Ms Press - 2004.pdf

Microsoft Office Access 2003 Inside Out (MS Press, 2004).pdf

E-Book Datase Pilihan

Berikut ini adalah ebook database yang bisa anda download:

Designing Effective Database Systems.chm

The_Relational_Data_Model,_Normalisation_and_effective_Database_Design.doc

DBMS ER Diagrams.zip

database system concepts korth.pdf

Designing Relational Database Systems.CHM

RDBMS.pdf

Database_Design.chm

Database_Management_Systems__2nd_Ed._.pdf

UnderstandingNormalization.pdf

Tugas #1 Matakuliah Database 0708

Buat tulisan tentang review DBMS berkaitan dengan fitur DBMS yang dibahas pada sesi 2. Setiap orang membahas satu DBMS dan jika lebih dari satu orang membahas satu DBMS usahakan berbeda versi dan jelaskan perbedaan versinya.

Sifat Tugas : Individual
Tenggat waktu pengumpulan adalah : 19 Februari 2008
Cara pengumpulan tugas: hardcopy atau kirim email ke afajar at widyatama dot ac dot id
Tulisan yang menarik dan layak dipublikasikan akan diberi penilaian lebih.

Materi Kuliah Sesi 1 dan 2

Sesi 1

Pengenalan Database

Sesi 2

Lingkungan Database

Buku Klasik ER Modelling

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom

Belum lama ini saya membeli lagi buku CASE*Method: Entity Relationship Modelling oleh Richard Barker, yang diterbitkan ditahun 1990. Ini yang ke-2 kali saya membelinya. Yang pertama sewaktu masih di Asia; pada waktu kembali ke karir dibidang database, di awal 1998. Yang ini dipinjam teman, lupa siapa, jadi tidak terbawa sewaktu pindahan ke Canada. Richard Barker adalah orang Oracle, maka notasi dan teknik yang dibahas dibuku ini berorientasi pada produk Oracle Designer, yang bisa di download dari http://www.oracle.com/.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
djoni-modelling.zip

Senin, 11 Februari 2008

Data, Informasi dan Metadata

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom

Beberapa hari yang lalu seorang teman bertanya: Apa bedanya informasi dengan data? Teman saya tersebut hanyalah pemakai komputer, bukan orang teknis. Berikut jawaban saya kepadanya. Andaikan kita memiliki sebaris data dengan 5 elemen sebagai berikut:Gatot Sardjono 33 Pengemudi 2000000 1-JAN-1990 Dari pengalaman, kita bisa menerka data apakah ini. Menurut teman saya ini data karyawan. Apa dasar terkaannya? Jawabnya: Angka 33 adalah umur karyawan yang bernama Gatot Sardjono, yang berjabatan Pengemudi, menerima gaji Rp. 2 juta, dan 1-JAN-1990 adalah tanggal lahirnya. Saya berkomentar bahwa kemungkinan lain yang juga masuk akal adalah bahwa angka 33 adalah masa bakti dan 1-JAN-1990 adalah tanggal masuknya keperusahaan.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
djoni-metadata.zip

Kelengkapan Spesifikasi Menentukan Data Model

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom

Disalah satu tugas1, semasa masih dinas sebagai konsultan IBM, saya merancang model data untuk pengelolaan proyek (project management). Manager saya mengharuskan saya mulai dari kebutuhan informasi para pimpinan proyek (top-down approach).
Dari hasil pengumpulan, saya simpulkan kebutuhan informasi tersebut sebagai berikut:1. Siapa saja (karyawan) yang ditugaskan untuk setiap proyek.2. Seorang karyawan mungkin bertugas beberapa kali disatu atau dibeberapa proyek.3. Seorang karyawan mungkin memiliki sejumlah keakhlian.Kalimat nomor 1 adalah kebutuhan informasi (laporan) Sedang kalimat nomor 2 dan 3 adalah karakteristik (atribut) dari informasi tersebut.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
djoni-spesifikasi.zip

Key dan Peranannya di Database Relasional

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom

Key di dalam database relasional dibutuhkan untuk menghubungkan satu tabel data dengan yang lain. Sebagai contoh (lihat diagram berikut) nomor_pesanan sebagai key di tabel pesanan digunakan didalam tabel barang_pesanan untuk mengidentifikasi (menghubungkan) pesanan yang berisi (terdiri dari) barang-barang tersebut.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
djoni-key.zip

Normalisasi Database

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data. Berikut ini dipaparkan metodologi logis sederhana untuk menormalkan model data dalam sebuah database, diiringi contoh pembuatan database untuk tugas-tugas matakuliah dalam sebuah fakultas (fiktif) dengan atribut yang disederhanakan.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
adhi-database.zip

Pengantar Database

Dikutip dari Ilmu Komputer dotcom

Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. Database diperlukan karena:
Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar
Artikel ini menjelaskan tentang Database secara komprehensif, dimulai dengan penjelasan tentang terminologi-terminologi yang ada pada bidang database dan sistem informasi.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
faried-database.zip

Selamat Datang di Kuliahku

Blog ini diperuntukan perkuliahan di Universitas Widyatama Bandung. Silakan manfaatkan blog ini untuk kepentingan belajar.